IV.5. Kebiasaan Mengingat

Bagian IV.5  Kebiasaan Mengingat


Mengingat dan Mengenang – Memori adalah gudang dari semua pengetahuan yang kita miliki, bahkan menurut fakta, kemampuan seseorang dianggap cerdas bila ia dapat menyimpan dan mengingat banyak hal. Anak-anak bahkan berusaha belajar agar mereka dapat mengingat/menghafal sesuatu.

Banyak hal yang kita pelajari dan alami saat semasa kecil dan kemudian hari, bahkan kita tidak bisa mengingat hal itu sepenuhnya, namun ingatan itu tetap menjadi dasar bagi pengetahuan kita di masa depan. Ide-ide dan pendapat yang kita miliki saat ini, berkembang dari segala sesuatu yang dulu kita pernah pelajari. Hal itu bagaikan sebuah “benih” dasar yang “tertanam” – dan kita menikmati “bunganya” meskipun kita mungkin tidak menyadarinya.

Selain itu, banyak hal yang kita pelajari secara alami tetap tersimpan dalam ingatan dan bisa kita gunakan kapan saja saat dibutuhkan. Kemampuan untuk mengingat kembali hal-hal ini adalah anugerah yang sangat berharga.

 

Ingatan Jangka Pendek* – Ada jenis ingatan ketiga yang bisa disebut sebagai ingatan jangka pendek. Ini adalah kumpulan fakta dan ide yang melayang-layang di pikiran, namun tidak benar-benar menjadi bagian dari diri kita dan akan segera hilang setelah dikerjakan. Misalnya, saat seorang pengacara memaparkan semua pengetahuannya tentang suatu kasus dari berkas yang ia pelajari, namun kemudian ia akan segera melupakan kasus itu setelah selesai. Atau ketika seorang siswa belajar mati-matian menghafal untuk ujian, setelah selesai menuliskan semua yang ia pelajari saat ujian kemudian pengetahuan itu menghilang selamanya dari pikirannya. Seperti yang dikatakan Ruskin*, “Mereka belajar hanya untuk lulus, bukan untuk memahami. Mereka lulus ujian tapi tetap tidak tahu apa-apa.”

Kemampuan untuk ‘melupakan’ seperti ini mungkin berguna bagi para pengacara, dokter, atau penerbit – mereka bisa meninggalkan sesuatu yang tidak lagi menjadi fokus mereka. Namun bagaimana bila hal ini terjadi dengan siswa sekolah? Jika setelah belajar selama satu tahun, hanya tersisa bukti peringkat di daftar kelas, apakah itu benar-benar penting dan berharga?

*   Short term memory atau memori jangka pendek adalah kemampuan otak untuk menyimpan informasi dalam jumlah kecil dan dalam waktu yang singkat. Memori jangka pendek juga disebut sebagai memori primer atau aktif.

*   Ingatan semu atau Ingatan palsu adalah fenomena psikologi munculnya ingatan yang berbeda dari kejadian nyata atau tidak pernah terjadi. Penyebab ingatan palsu adalah penerimaan sugesti, hoaks, atau kesalahan atribusi informasi.

*   Profesor Thomas Huxley juga mengungkapkan hal yang sama dengan kalimat yang lebih tajam: “Mereka belajar hanya untuk lulus, bukan untuk memahami dan sang ilmu pengetahuan yang tidak dihormatinya akan membalasnya dengan membiarkan mereka lulus namun tidak mengerti apa-apa tentang ilmu pengetahuan tersebut.” — sisipan dari AO

 

Ingatan Sebagai Tempat Penyimpanan di Dalam Otak

Membahas tentang ingatan secara mendalam dalam tulisan ini tentu tidak mungkin, tetapi kita akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan penting. Misalnya: bagaimana kita bisa “mengingat”? Bagaimana kita bisa menggunakan fakta-fakta yang sudah kita ingat? Dengan kata lain, bagaimana kita bisa mengambil kembali fakta-fakta itu dari ingatan? Dan, dalam situasi apa pengetahuan yang pernah kita dapatkan tidak membantu perkembangan otak atau pikiran kita, atau bahkan tidak bisa kita ingat lagi saat dibutuhkan, sehingga akhirnya hanya tersimpan sementara dan hilang begitu saja?

Ada penemuan yang luar biasa menarik bagi kita semua: sebuah alat yang bisa merekam kata-kata yang diucapkan dan memutarnya kembali, bahkan setelah 100 tahun, dengan suara yang sama persis seperti saat kata-kata itu diucapkan. Fungsi ingatan di otak kita bekerja dengan cara yang mirip. Kesan-kesan yang diterima oleh otak seperti direkam secara otomatis. Setidaknya, itulah teori yang saat ini diterima oleh banyak ahli fisiologi. Dengan kata lain, pikiran kita mengenali fakta tertentu, dan bagian saraf dalam otak menyimpannya.

 

Dalam Kondisi Apa Ingatan Terbentuk?

Sekarang muncul lagi pertanyaan lainnya, dalam kondisi apakah sebuah kesan atau fakta dapat terekam otak? Apakah rekaman ini bersifat permanen? Dan apakah otak mampu menyimpan informasi tanpa batas? Dari pengalaman sehari-hari dan berbagai contoh yang dikemukakan para psikolog, tampaknya hal yang diberikan perhatian penuh akan meninggalkan jejak di otak dan dapat diingat kembali. Dengan kata lain, jika kita benar-benar memperhatikan sesuatu meskipun hanya sebentar, otak kita akan mengingatnya.

Contoh sederhana dari hal ini dapat kita temukan dalam ungkapan sehari-hari seperti, “Pemandangan atau suara itu meninggalkan kesan mendalam bagi saya.” Hal ini menunjukkan bahwa ketika perhatian kita terpusat pada suatu fakta atau kejadian, hal itu akan diingat – ia tercetak dan tersimpan di dalam otak.

Kesimpulannya jelas: jika Anda ingin seorang anak mengingat sesuatu, pastikan dia benar-benar memperhatikan hal tersebut. Pikirannya harus fokus sepenuhnya pada apa yang ingin diingat. Dengan begitu, fakta atau ide tersebut akan “terekam” di otaknya, seperti proses mengambil foto. Bahkan mungkin, meskipun waktu telah berlalu dan ia sudah tua, ingatan itu bisa muncul kembali di pikirannya.

 

Mengingat dan Hukum Keterkaitan (Asosiasi)

Namun, mengingat sesuatu secara kebetulan saja tidak cukup; kita ingin memiliki kemampuan untuk mengingat dengan sengaja. Untuk itu, dibutuhkan lebih dari sekadar perhatian sesaat yang menciptakan satu kesan saja. Misalnya, jika Anda berhasil membuat seorang anak memperhatikan kata kerja avoir dalam bahasa Prancis, dia akan mengingatnya. Dengan kata lain, otaknya akan mencatat dan menyimpan kata kerja itu. Tetapi, mengingat satu kata kerja saja tidaklah cukup; karena tujuan Anda adalah agar anak tersebut bisa mempelajari seluruh bahasa Prancis.

Untuk mencapainya, Anda tidak hanya perlu memastikan bahwa anak memperhatikan setiap pelajaran baru, tetapi pelajaran-pelajaran itu juga harus saling terhubung satu dengan lainnya. Dengan begitu, dia tidak akan bisa hanya mengingat satu hal saja tanpa mengingat hal lain yang terkait. Secara fisik, pendekatan ini seolah-olah membuat setiap pertumbuhan jaringan otak baru “dibangun” di atas jaringan sebelumnya. Dengan cara ini, bagian tertentu dari otaknya bisa dianggap “terlapisi” oleh bahasa Prancis. Inilah penerapan nyata dari hukum keterkaitan (asosiasi) ide, yang sangat penting untuk diingat. Mengabaikan hukum ini adalah salah satu alasan utama kegagalan dalam pengajaran.

Seorang guru yang berpuas diri hanya dengan menciptakan satu kesan (ide), akan bergantung pada suatu kebetulan agar kesan itu muncul kembali. Padahal, seharusnya guru membangun hubungan antara ide satu dan ide lainnya, seperti sambungan dari mata-mata rantai yang berguna untuk mengangkat air di ember dari dalam sumur. Anda mungkin pernah mendengar tentang Dr. Pick*, yang mengembangkan sistem mnemonik* berdasarkan dua prinsip utama ini: perhatian dan keterkaitan. Meskipun kita mungkin berbeda pendapat tentang cara ia menerapkannya, prinsip dasarnya benar: perhatian dan hubungan antara ide adalah kunci keberhasilan mengingat.

*   Mnemonik adalah teknik atau strategi yang menggunakan petunjuk visual atau pendengaran untuk meningkatkan daya ingat dan kemampuan menghafal informasi. Petunjuk ini membantu seseorang mengaitkan informasi yang ingin diingat dengan gambar, kata, atau kalimat.

*       Edward Pick (1825-1899) adalah pakar ingatan dan bahasa yang dikenal secara internasional. Ia lahir di Austria dan tinggal di London. Sebagai dosen, ia dikenal di Harvard, Cornell, Princeton, Oxford, Cambridge, dan universitas serta perguruan tinggi lainnya.

 

Setiap Pelajaran Harus Terhubung dengan Pelajaran Sebelumnya
Pastikan setiap pelajaran mendapatkan perhatian penuh dari anak. Biarkan setiap pelajaran baru saling berhubungan dengan pelajaran sebelumnya, sehingga satu pelajaran mengingatkan pelajaran lainnya, dan terus berlanjut hingga kembali ke awal.

 

Daya Ingat Otak Tidak Ada Batasnya
Namun, ungkapan “mudah datang, mudah hilang” berlaku untuk ingatan yang hanya dihafal secara lisan. Anak-anak sering menghafal sesuatu dengan cepat, mengulanginya seperti burung beo, tetapi tiba-tiba semuanya terlupakan; tidak ada jejaknya sama sekali di otak mereka. Untuk memastikan informasi itu benar-benar terekam, dibutuhkan waktu –– waktu untuk memberikan perhatian penuh dan membiarkan jaringan otak berkembang sesuai dengan ide baru tersebut. Jika hal ini terpenuhi, otak tampaknya tidak memiliki batasan dalam menyimpan informasi.

Tetapi ada pengecualian: seorang anak perempuan pernah belajar bahasa Prancis dan bisa berbicara cukup lancar. Namun, saat ia menjadi nenek, ia lupa semuanya dan tidak bisa mengingat satu kata pun. Ini terjadi karena bahasa Prancisnya tidak lagi digunakan. Ia tidak terbiasa membaca, mendengar, atau berbicara bahasa itu dari muda hingga tua. Jadi, agar memori tentang bahasa Prancis tetap dapat diakses, jalan menuju memori itu harus sering digunakan, misalnya dengan membaca atau berbicara dalam bahasa tersebut secara teratur.

 

Asosiasi Sebagai Kunci untuk Mengingat
Belajar pengetahuan atau keterampilan, lalu membiarkannya terlupakan begitu saja di sudut otak, tidak ada gunanya. Tanpa adanya “rantai asosiasi” yang bisa menarik ingatan seperti menimba air dari sumur, semuanya akan seolah-olah hilang begitu saja. Setiap pelajaran seharusnya membantu membentuk rantai asosiasi ini dengan cara yang sesuai.

Misalnya, hari ini anak belajar tentang Swiss dan besok tentang Belanda. Kedua negara ini bisa dihubungkan justru karena hampir tidak memiliki kesamaan––hal yang ada di Swiss mungkin tidak ada di Belanda, dan sebaliknya. Di lain waktu, asosiasi bisa muncul karena kemiripan, bukan perbedaan. Dalam hidup kita sehari-hari, warna, tempat, suara, atau aroma sering memunculkan ingatan tentang seseorang atau kejadian tertentu. Namun, jenis asosiasi sensori seperti ini tidak selalu bisa diterapkan dalam pendidikan. Hubungan antara dua hal sebaiknya ditemukan berdasarkan sifat alami dari hal-hal yang saling dihubungkan.

 

 

Leave a Comment

error: Content is protected !!