Bagian III.9. Latihan Fisik

Pentingnya Latihan Harian
Latihan alami untuk melatih mata dan otot sudah dijelaskan dalam bagian tentang “Kehidupan di Luar Rumah.” Di sini, saya hanya ingin menambahkan bahwa penting untuk memberi anak kesempatan menikmati gerakan yang ringan dan menyenangkan. Anak perlu merasakan kegembiraan dalam mengendalikan tubuhnya sendiri, seperti joki yang menikmati kendali atas kudanya. Oleh karena itu, kegiatan seperti menari, senam, atau latihan fisik yang dirancang dengan baik sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas harian anak.
Latihan seperti Swedish Drill* sangat bermanfaat, dan banyak gerakan sederhana dari latihan ini cocok untuk anak-anak usia taman kanak-kanak. Selain manfaat fisik, latihan ini juga melatih kebiasaan tertentu, seperti sikap waspada, koordinasi mata dengan gerakan, serta respons yang cepat dan terampil.
Namun, sering kali anak-anak yang sebenarnya memiliki potensi menjadi tidak terampil dalam hal ini hanya karena mereka kurang mendapat kesempatan untuk berlatih secara fisik.
* Sweddish drill: Gerakan seperti senam dan baris-berbaris yang dipelopori oleh Martina Sofia Helena Bergman-Österberg (née Bergman; 7 October 1849 – 29 July 1915)[

Latihan Tata Krama yang Baik
Ajarkan anak-anak tata krama yang baik melalui latihan sederhana. Misalnya, buat permainan peran: Mary menjadi seorang wanita yang bertanya arah ke pasar, dan Harry sebagai anak yang menunjukkan jalannya. Biarkan mereka sering berlatih adegan-adegan kecil seperti ini.
Latihan ini juga bisa mencakup hal-hal seperti posisi mata yang tepat, tangan yang tenang, dan kepala yang tegak. Anak-anak akan menikmati menciptakan berbagai situasi dan belajar perilaku yang sesuai untuk masing-masing. Petunjuk-petunjuk yang diberikan akan menjadi panduan mereka. Namun, pastikan latihan ini dilakukan saat mereka masih kecil, sebelum rasa malu (Mauvaise honte*) yang tidak perlu mulai muncul.
Dukung anak-anak untuk bangga dengan gerakan yang ringan dan anggun, seperti berjalan dengan lincah, dan ajari mereka untuk menghindari gerakan yang berat atau canggung, yang dapat terlihat seperti badut. Dengan cara ini, mereka akan belajar kebiasaan bertata krama yang baik sejak dini.

· Mauvaise honte secara harfiah berarti “rasa malu yang buruk.” Dalam bahasa Inggris kata ini sering digunakan hanya untuk berarti rasa malu atau rasa malu yang ekstrem, namun dalam arti aslinya yang paling awal dan asli mauvaise honte telah digunakan sejak abad ke-18 untuk merujuk pada kesopanan yang salah atau dibuat-buat, yaitu seseorang yang berpura-pura merendahkan diri sendiri atau orang lain.

Pelatihan Telinga dan Suara
Melatih telinga dan suara adalah bagian penting dari pengembangan fisik anak. Ajari anak-anak untuk mengucapkan bunyi vokal dengan jelas dan benar, serta memastikan mereka mengucapkan konsonan di akhir kata. Jangan biarkan mereka mengucapkan kata seperti “walkin” atau “talkin” alih-alih “walking” dan “talking,” atau mengubah kata-kata menjadi “fi-ine da-ay” dan “ni-ice boy-oys.”
Latih mereka untuk mengucapkan kata-kata yang sulit seperti “imperturbability,” “ipecacuanha,” atau “Antananarivo” dengan tepat setelah mendengarnya satu kali. Ajarkan juga mereka untuk menghasilkan berbagai bunyi vokal dan konsonan dengan jelas tanpa suara tambahan yang tidak diperlukan.
Mengajarkan bahasa Prancis secara lisan bisa sangat membantu, karena bahasa ini memberikan latihan yang baik untuk telinga dan suara, sekaligus memperluas kemampuan berbicara anak.
50 kata bahasa indonesia yang sulit dan jarang digunakan

Kebiasaan Bermusik
Dalam pelatihan musik, sulit untuk memastikan sejauh mana bakat dan kemampuan musik seseorang berasal dari kebiasaan mendengar dan bermain musik secara teratur. Seorang anak yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan musik akan mengembangkan kebiasaan bermusik secara alami.
Menurut Mr. Hullah, seni vokal/menyanyi sebenarnya dapat menjadi kebiasaan lewat pelatihan. Setiap anak bisa dan seharusnya diajarkan untuk menyanyi. Kebiasaan bermusik yang diwariskan atau dipelajari juga sangat penting untuk diperhatikan.
Sayangnya, banyak anak mendapatkan pelatihan musik secara tidak teratur. Mereka tidak dilatih untuk mendengarkan dengan cermat atau melatih suara mereka dengan baik. Padahal, latihan ini bisa membantu mereka menghasilkan dan membedakan nada serta interval musik dengan lebih baik. Pelatihan yang sistematis sejak kecil akan memberikan dasar yang kuat dalam kemampuan bermusik.
* John Pyke Hullah (27 Juni 1812 – 21 Februari 1884) adalah seorang komposer dan guru musik Inggris, yang promosi pelatihan vokalnya dikaitkan dengan mempelopori gerakan menyanyi. Dia bekerja dengan Charles Dickens dan Felix Mendelssohn.

Biarkan Anak-Anak Memiliki Waktu Tenang
Sebagai penutup, izinkan saya mengatakan bahwa pendidikan yang berhasil adalah ketika ibu membiarkan anak-anaknya memiliki waktu tenang untuk diri sendiri. Jangan terlalu sering merecoki mereka dengan rentetan perintah, sedikit-sedikit arahan, sedikit-sedikit larangan ––seperti rentetan senjata api yang mengeluarkan peluru perintah “Lakukan ini” atau “Jangan lakukan itu.”
Sebaliknya, berikan mereka ruang untuk berjalan sendiri, setelah memastikan bahwa mereka memulai perjalanan yang benar. Biarkan mereka bertumbuh secara alami menuju tujuan yang bermanfaat. Seperti tukang kebun yang menggali dan membuang kotoran, memangkas dan merawat pohon persiknya; namun, itu hanya sebagian kecil dari perawatan pohon. Sebagian besar waktu, pohon akan tumbuh sehat dengan mendapatkan udara segar, sinar matahari, hujan, embun, serta bermain-main dan beradaptasi dengan lingkungannya. Hasil akhirnya adalah buah persik yang matang dan lezat.
Namun, jika tukang kebun mengabaikan perawatan ini, maka buah persik yang dihasilkan tidak akan lebih baik dari buah sloe yang pahit.
Buah Sloe adalah sejenis buah beri hitam yang ada rasa pahit ketika pertama digigit

 

 

·

 

Leave a Comment

error: Content is protected !!