IV.2. Kebiasaan Fokus dan Usaha Mental

Melatih Berpikir Cepat

Kebiasaan untuk fokus dan usaha mental* dilatih dengan cara yang sama seperti melatih kebiasaan perhatian. Anak yang sudah rajin dan tekun mengerjakan tugasnya, kemudian bisa dilatih untuk bekerja lebih cepat (melatih kecepatan berpikir dan bekerja).

Guru harus selalu waspada dan terus memacu anak untuk memberikan jawaban cepat, berpikir cepat, dan bekerja cepat. Meskipun kura-kura memang berjalan lebih lambat dibandingkan kelinci, namun ia tetap harus dilatih agar setiap harinya ia bergerak lebih cepat dari hari sebelumnya.

Tujuan dari kebiasaan ini adalah agar anak bisa memahami dan bertindak dengan cepat, yang pada akhirnya akan memudahkan hidupnya.

*   Usaha mental adalah upaya menggunakan kekuatan otak untuk menyelesaikan tugas atau memecahkan masalah. Jumlah usaha mental yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas bergantung pada tingkat kesulitan tugas tersebut.

 

Semangat Harus Terus Dipacu

Begitu juga dengan pelaksanaan tugas. Anak tidak boleh dibiarkan berkata, “Aduh, saya bosan dengan matematika,” atau “Saya lelah belajar sejarah.” Semangatnya harus terus dipacu, dan selalu ada sesuatu yang menyenangkan untuk dilihat ke depan.

Mengerjakan tugas dengan konsisten dan penuh semangat harus dianggap sebagai sesuatu yang berharga dan mulia, sementara usaha yang setengah-setengah atau mudah menyerah harus dihindari.

 

 

 

Leave a Comment

error: Content is protected !!