Bagian III.1 Kekuatan Kebiasaan Sepuluh Kali Lebih Kuat dari Sifat Bawaan

 I. Pendidikan Berdasarkan Hukum Alam

Otak yang sehat

Saya ingin menyampaikan sebuah metode pendidikan yang didasarkan pada hukum alam. Pertama, kita perlu memperhatikan kondisi-kondisi yang mendukung agar otak tetap bekerja dengan sehat, karena otak yang aktif dan terpelihara adalah modal awal yang memiliki peluang untuk mendapatkan pendidikan yang baik.

Kehidupan di luar ruangan

Faktor penting kedua dalam metode pendidikan ini adalah kehidupan di luar rumah. Tujuannya adalah menunjukkan bahwa tugas utama anak selama enam atau tujuh tahun pertama hidupnya adalah memahami sebanyak mungkin dari apa yang ia lihat, dengar, dan rasakan (lewat indranya), karena anak memiliki hasrat yang besar dan tidak mudah terpuaskan untuk mendapatkan pengetahuan melalui aktivitas yang dilakukan di luar ruangan; karena itu, penting bagi orang tua untuk membantu anak-anak agar bisa menjelajahi alam dan objek-objek di sekitarnya dengan bebas. Sesungguhnya, pendidikan intelektual awal bagi anak-anak kecil sebaiknya terletak pada kebebasan mereka menggunakan kemampuan perseptif dan pengamatan mereka, karena perkembangan mental awal anak ditandai dengan tingginya aktivitas saat bermain di alam. Kebijaksanaan para pendidik adalah mengikuti cara kerja alam dalam membimbing perkembangan dan pertumbuhan anak secara utuh.

Subjek berikutnya yang perlu kita pertimbangkan––ini mungkin agak teknis––tapi sangat penting untuk memahami prinsip dasar dari metode pendidikan yang masuk akal.

*       Perseptif dalam KBBI 1. mempunyai kesadaran yang tajam; tajam tilik; cepat mengerti; cerdik; 2. berhubungan dengan pengertian

Kebiasaan (Habit), Instrumen/Alat Bantu Bagi Orang Tua

“Kebiasaan, SEPULUH kali lebih kuat daripada sifat bawaan!” Andai saja saya dapat membuat orang lain benar-benar memahami betapa pentingnya kalimat ini terutama bagi para pendidik! Bagaimana kebiasaan, di tangan seorang ibu, ibarat alat putar gerabah bagi pembuat tembikar atau pisau pahat bagi pemahat— sebagai alat yang dapat digunakan untuk mewujudkan rancangan yang ada dalam pikirannya. Coba pikirkan: ya tentu saja ketika materialnya memang sudah ada, material tidak akan berubah bentuk menjadi keramik tanpa alat putar ini. Alat ini menjadi alat yang sangat penting untuk membentuk tanah liat menjadi bentuk cangkir porselen, walaupun jika bahan dasarnya adalah tanah liat kasar, ini juga mempengaruhi kualitas keramik; Kesimpulannya tentu adalah bahwa alat itu sama pentingnya dengan material maupun dengan rancangannya.

Saya ingin membahas langkah-langkah yang telah membawa saya untuk melihat kebiasaan sebagai alat bantu untuk digunakan para orang tua agar dapat membantu pertumbuhan apa pun yang dia pilih terhadap anaknya. Bahwa gagasan tentang kebiasaan telah menjadi suatu gagasan yang dominan di dalam kehidupan seseorang, dan jika konsep tersebut dilontarkan secara tiba-tiba kepada orang lain, gagasan ini mungkin tidak akan memberikan makna yang mendalam atau berbobot kepada pihak selanjutnya. Gagasan ini perlu dipahami sedikit demi sedikit dan melihat langkah-langkah pihak sebelumnya yang telah menempuh perjalanan ini. Oleh karena itu, saya memberanikan diri untuk menunjukkan bagaimana saya sampai pada titik ini, melihat dari salah satu dari tiga sudut pandang yaitu bahwa pelatihan kebiasaan adalah pendidikan itu sendiri, dan pendidikan adalah pembentukan kebiasaan.

*   Habit is ten times nature – kutipan dari Duke Wellington, tentara sekaligus bangsawan Inggris tahun 1769-1852

Leave a Comment

error: Content is protected !!