LXXXVI. KEMATIAN DION

Sekarang, setelah sangat menderita di bawah pemerintahan Dionysius dan ayahnya, orang-orang Syracus telah belajar membenci tirani; dan sejak Dion telah datang ke kota, dan memimpin, mereka dengan tegas berkata mereka tidak akan pernah menghadapi penguasa seperti itu lagi.

Segera setelah surat itu selesai ditulis, Dionysius mengikatnya ke batu lalu melemparkannya keluar tembok. Tentu saja, itu dibawa kepada Dion, yang membacanya keras-keras, sedikit mencurigai isinya, atau dampak yang akan dihasilkan terhadap pengikutnya. 

Wajah orang-orang yang mendengarnya mulai berubah masam dan tampak marah, Heraclides tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk segera meracuni pikiran mereka untuk melawan Dion. Ia mendesak mereka untuk mengusir pemimpin mereka ke luar dari kota dan menjadikan dirinya pemimpin baru.

Rakyat yang telah menginginkan perubahan, menyetujui rencana itu dengan senang hati. Dan setelah menyingkirkan Dion, menjadikan Heraclides pemimpin mereka. Dionysius dengan cerdik merencakan sebuah pelarian dari benteng kota.  Jendralnya yang Bernama Nyp’sius, ketika menyadari timbulnya sebuah pemberontakan, segera bertindak dan segera memenangkan sebagian besar kota.

Heraclides sangat terkejut dengan serangan yang tiba-tiba ini dan menjadi sangat takut akan murka Dionysius hingga dia menulis sepucuk surat permohonan kepada Dion agar kembali dan menyelamatkan pendukungnya.

Bujukan Heraclides tak sia-sia. Dion dengan murah hati mengampuni pemberontakan Heraclides dan sekali lagi memasuki kota dan mendesak Nypsius kembali ke dalam benteng kota di mana ia akhirnya tewas. 

Rakyat Syracuse sangat malu karena cepat berubah sikap melawan Dion setelah sebelumnya menyambutnya dengan hangat. Dan sekarang mereka berlutut memohon pengampunan yang dengan murah hati diberikan Dion kepada mereka.

Meskipun mereka telah menerima kebaikan yang tak sepantasnya mereka dapatkan, Heraclides dan pengikutnya kembali merencanakan pemberontakan melawan Dion, hingga akhirnya teman-temannya yang menjadi muak dengan sikap mendua hati itu membunuh Heraclides.

Dion menyesali peristiwa ini, ia mencela orang-orang yang telah melakukan kejahatan itu dan berkata bahwa ia tahu orang-orang Syracus akan melakukan hal yang sama kepadanya.

Perkiraan Dion tepat, tak lama kemudian pengikut Heraclides merencanakan kejahatan terhadapnya. Pada suatu hari mereka memasuki rumahnya ketika ia sedang sendirian dan membunuhnya.

[Orang-orang mencemoohnya]
Segera setelah Dionysius mendengar bahwa Dion telah tewas, ia bergegas kembali ke Syracuse, di mana ia memerintah dengan lebih kejam daripada sebelumnya dan menghukum mati banyak orang hingga rakyatnya sekali lagi bangkit memberontak terhadapnya.  Dengan bantuan bala pasukan Korintus, rakyat membebaskan kotanya dan mengasingkan Dionysius ke Korintus di mana ia dipaksa mengajar di sekolah sebagai nafkahnya.

Karena Dionysius guru yang kejam dan tidak ramah, anak-anak tak pernah mengasihi maupun menaatinya, kapan pun dia menyusuri jalan dengan jaket kasar bukan dengan jubah mewah berhiaskan permata, orang-orang meneriakkan ejekan dan mengolok-oloknya.

Leave a Comment

error: Content is protected !!