XXII SANG PEMAKAN BESAR

“Serangga berkembang biak dengan bertelur di tempat terpilih sehingga saat ulat-ulat muda lahir, mereka mendapat makanan bergizi. Makhluk kecil yang keluar dari telur itu adalah larva, ulat lemah yang sering kali harus bergerak sendiri, mencari makan dan tempat berlindung sendiri – hal tersulit yang dilakukan di dunia ini. Di awal-awal fase sangat berat itu, larva tak dapat mengharapkan bantuan dari induknya yang telah mati beberapa saat lalu, karena dalam kehidupan serangga para induk umumnya mati sebelum telur-telur menetas untuk menjadi serangga-serangga muda. Tak lama, larva-larva kecil itu mulai bekerja. Ia makan. Satu-satunya urusan dan hal paling penting adalah makan karena masa depannya bergantung dengan hal tersebut. Ia makan tak hanya untuk menjadi kuat dari hari ke hari, tetapi dari semua itu, makan bertujuan membuat dirinya sangat gemuk demi saat-saat metamorfosa. 

“Paman akan katakan, dan mungkin yang paman katakan ini akan membuat kalian terkejut, bahwa seekor serangga akan berhenti bertumbuh setelah mencapai bentuknya yang paling sempurna. Ada juga serangga-serangga lain, seperti kupu-kupu ulat sutra – mereka tak memerlukan makanan bergizi sama-sekali.”

“Kucing di awal hidupnya adalah makhluk sangat mungil berhidung pink. Ia begitu kecil sehingga dapat beristirahat di telapak tangan. Dalam satu atau dua bulan anak kucing itu mampu berdiri sendiri dan dengan cakarnya yang lemah menggaruk-garuk dan mencakar-cakar kertas yang dilemparkan padanya. Tahun berikutnya, ia telah menjadi seekor kucing dewasa yang menanti tikus dengan sabar atau bertempur dengan para pesaingnya di atap. Namun, mahluk kecil yang hampir tak mampu membuka mata birunya, atau anak kucing yang ceria, atau kucing dewasa yang menjengkelkan, ia tetap dalam bentuknya sebagai seekor kucing.

“Sebaliknya, para serangga tidak demikian. Kupu-kupu swallow-tail (Papilioninae) dalam bentuknya sebagai kupu-kupu, bukanlah kupu-kupu kecil, membesar lalu menjadi kupu-kupu dewasa, dan saat pertama kali membuka sayap dan terbang, ia menjadi besar. Ketika muncul dari dalam tanah yang pada mulanya adalah seekor larva, ketika pertama kalinya tersentuh matahari, June bug (Phyllophaga) berbentuk seperti yang kalian kenal. Kita mengenal anak kucing, tetapi tidak ada yang namanya anak June Bug. Setelah melalui proses metamorfosis, seekor serangga akan berubah bentuk.

“Tetapi aku pernah melihat kumbang June Bug mungil terbang di pohon Willow malam hari,” Jules protes.

“Kumbang itu jenisnya berbeda. Ukurannya akan tetap sama dan tidak akan pernah tumbuh besar menjadi June Bug yang kita kenal. Demikian juga dengan kucing yang tak akan berubah menjadi macan karena bentuk mereka sama.”

“Larva tumbuh sendiri. Awalnya sangat kecil ketika menetas, perlahan ia menjadi besar sesuai dengan ukuran serangga dewasa. Ia akan mengumpulkan kekuatan untuk perbekalan masa metamorfosis nanti, – untuk sayap, antena, kaki dan semua hal yang tak dimiliki ulat, tapi dimiliki serangga. Dari apakah ulat hijau besar yang mendiami kayu mati yang suatu saat akan menjadi seekor kumbang rusa (stag-beetle), membuat rahang besar bercabang dan tanduk kokoh serangga sempurna? Dari apakah ulat membuat antena panjang kumbang capricorn? Dari apakah ulat membuat sayap besar kupu-kupu Swallowtail? Untuk menjadi kupu-kupu, ulat dan larva menimbun kekuatan yang akan menopang kehidupan.

“Apabila seekor kucing mungil berhidung merah muda terlahir tanpa telinga, cakar, ekor, bulu, kumis, atau apabila ia hanya segumpal kecil daging yang tiba-tiba harus mencapai bentuk sempurnanya saat tertidur, telinga cakar, ekor, bulu, kumis dan hal lainnya tumbuh? Apakah ia tak membutuhkan hal-hal yang perlu dikumpulkan sebelumnya di jaringan lemak hewan ini? Sesuatu tak mungkin terjadi tanpa adanya sesuatu yang lain: bulu terkecil kumis kucing muncul dari adanya sesuatu dari hewan itu, dan sesuatu itu diperoleh dengan makan.

Goat Moth

“Demikianlah tepatnya dengan larva: ia memerlukan sesuatu yang dibutuhkan serangga dewasa sempurna. Ia harus mengumpulkan bahan-bahan untuk perubahan danti; ia harus makan dua kali lebih banyak yakni untuk dirinya dan untuk serangga yang akan muncul dari apa yang ia kumpulkan dan selanjutnya untuk berubah. Karenanya, larva tercipta untuk memiliki rasa lapar yang besar. Seperti yang pernah kusampaikan sebelumnya makan adalah satu-satunya urusannya. Mereka makan sepanjang hari tanpa berhenti bahkan tanpa menghela nafas. Kehilangan sedikit saja, sangat tidak bijaksana. Satu sayap kupu-kupu dewasanya nanti tak akan sempurna. Karena itu, mereka makan dengan rakus, memenuhi perut mereka sehingga mereka menjadi besar, gemuk dan bulat. Itulah tugas seekor larva.

Sebagian ulat ada yang menyerang tanaman. Mereka merangsak daun, mengunyah bunga dan menggigit daging buah. Ada lagi ulat yang memiliki perut kuat untuk mencerna kayu; mereka melubangi dahan-dahan pohon, mengerigiti, dan menghancurkan kayu oak terkeras juga pohon Willow yang lunak. Ada juga ulat yang lebih suka hewan-hewan yang sudah busuk dan mereka melahap bangkai-bangkai yang terinfeksi, memenuhi perut mereka dengan daging-daging busuk. Selain itu, ada ulat yang mencari kotoran dan berpesta pora di atasnya. Mereka adalah para pemulung yang memiliki misi mulia membersihkan bumi dari polusi. Kalian mungkin akan mual membayangkan ulat-ulat itu berkelompok di dalam nanah. Namun salah satu tugas paling utama, yakni misi Ilahi, adalah para pemangsa menjijikkan itu mensterilkan infeksi dan mengembalikan elemen penting ke kehidupan. Dan seolah-olah untuk mengangkatnya dari kehinaan, salah satu larva ini kemudian akan menjadi lalat yang luar biasa indah, menyaingi kemilau perak, sementara larva yang lain akan menjadi kumbang beraroma musk, berhiaskan emas dan batu mulia dengan keindahan tak terkira.

“Namun larva-larva yang mengabdikan hidupnya untuk melakukan pembersihan dunia tak boleh membuat kita lupa pada pemangsa lain, dimana kita, manusia, adalah korbannya. Ulat June bug sendiri kadang-kadang berlipat jumlahnya di dalam tanah sehingga jalur-jalur besar yang mereka buat membuat kering tanaman, menggigiti akar-akar. Bibit-bibit pohon, tanaman petani, tanaman berbunga, semua yang nampak subur, tiba-tiba, di suatu pagi menjadi kering, terancam mati. Ulat-ulat itu telah memakan mereka dan memusnahkan semuanya. Api tak akan melakukan hal semengerikan itu. 

Phylloxera

Kemudian, ada kutu kuning yang hampir tak terlihat mata, hidup di dalam tanah. Ia menyerang akar-akar anggur. Mereka adalah phylloxera. Kawanan kutu pembawa petaka itu dapat menghancurkan seluruh kebun anggur.

Beberapa ulat lainnya, berukuran sangat kecil sehingga dapat mendiami bulir gandum. Mereka melumatkan gandum-gandum di lumbung dan hanya menyisakan kulitnya.

Ada lagi ulat yang menyerang Alfalfa (tanaman untuk makanan ternak) sehingga tak ada yang didapat pemanennya. 

Bahkan ada ulat yang selama bertahun-tahun menggigit inti pohon oak, poplar, pinus, dan pohon-pohon besar lainnya. Larva-larva yang berubah menjadi kupu-kupu putih terbang mengelilingi lampu kita disebut rayap, memakan pakaian kita sedikit-sedikit dan membuatnya rombeng. Beberapa yang lain menyerang dinding-dinding, perabot-perabot tua dan mengubah mereka menjadi serbuk.

“Larva lain …. Aku tak perlu menyelesaikan jika harus menceritakannya pada kalian. Bangsa yang kecil ini, yang sering kali tak kita perhatikan, yakni ras serangga ini, sangat kuat apabila kita mengingat larva-larvanya yang memiliki rasa lapar sangat besar, dan manusia harus memikirkannya dengan sungguh-sungguh. Jika saja, satu jenis larva tertentu berlipat-lipat jumlahnya melewati batas, seluruh negeri akan terancam kelaparan. Apakah kita tetap tak mau membuka mata pada para pemangsa besar ini? Bagaimana caranya kalian mempertahankan diri apabila musuh tak kalian ketahui? Seandainya  saja aku mampu mengatur makhluk-makhluk ini!

Sementara itu, anak-anakku, sambil menanti percakapan kita diakhiri dengan membahas beberapa hal rinci lain mengenai para pemangsa besar ini, ingatlah satu hal: larva serangga adalah pemangsa besar di dunia ini, penghancur Ilahi yang membersihkan karya kematian lalu menyiapkan kehidupan, karena segala sesuatu, atau setidaknya setiap hal melalui perutnya.”

Leave a Comment

error: Content is protected !!