Terjemahan Bebas: Prakata Volume 6

Memang kisah Undine [oleh La Motte Fouque] dan ‘pendidikan liberal’ tampak tak berelasi. Tetapi bagaimana sentuhan cinta mampu membangunkan jiwa lah yang menghubungkannya.

Begini yang diceritakan Charlotte Mason di usianya yang ke 72 tahun, tentang kebangkitan jiwa manusia melalui sentuhan pengetahuan.

“Tahun 1914, ‘jiwa’ anak-anak di sekolah desa pertambangan terbangun secara bersamaan pada sentuhan ajaib ini dan masih tetap terjaga sampai 8 tahun berikutnya (ketika volume ini ditulis). Agama dapat membangunkan jiwa, cinta mengubah manusia, panggilan jiwa dan tujuan hidup dapat melakukannya juga. Pada zaman Renaissance (masa transisi dari middle ages ke masa modern), jiwa manusia terbangun untuk pengetahuan; tetapi seruan ini jarang mencapai jiwa modern. Terlepas dari kesenangan mengikuti pelajaran dan nilai di semua sekolah kami, saya percaya semangat untuk pengetahuan pada anak-anak desa pertambangan ini adalah fenomena yang menunjukkan kemungkinan baru.

Ribuan anak di seluruh Inggris mengalami konversi intelektual ini, tetapi mereka adalah anak-anak dari orang-orang terpelajar. Menemukan bahwa anak-anak dari populasi pertambangan sama responsifnya dengan anak dari kalangan terpelajar tampaknya membuka harapan baru bagi dunia. Mungkin jiwa semua anak sedang menunggu panggilan pengetahuan untuk membangunkan mereka pada kehidupan yang menyenangkan.

Beginilah cara mendiang Mrs. Francis Steinthal, yang merupakan pemrakarsa yang bahagia dari gerakan di Council Schools (sekolah dari diknas setempat yang menerima murid dari aliran Kristiani apapun), menulis, “Pikirkan makna ini dalam kehidupan anak-anak: kehidupan yang disiplin, tidak ada pemogokan tanpa dasar hukum, keadilan, berakhirnya perang antar kelas, mengembangnya intelektual, dan tidak ada tempat bagi literatur sampah dan korup! Kita akan, atau lebih tepatnya anak-anak akan hidup di dunia yang terselamatkan dari kejahatan dan keburukan.”

Tulisan tersebut dibuat pada saat antusiasme Steinthal meluap karena mendengar Dewan di kota kecil tertentu telah menerima skema kerja untuk sekolah perintis di atas antusiasme yang membuatnya sudah lebih dulu melihat ladang putih untuk panen. Disini Steinthal sudah membayangkan bagaimana luar biasanya dampak dari berjalannya skema kerja utk sekolah perintis tadi, tapi memang momen tersebut membuatnya memiliki harapan yang tinggi bahwa skema kerja tersebut akan menuai hasil yang baik.

Meskipun kurang dari sembilan tahun telah berlalu sejak sekolah perintis itu melakukan upaya yang berani, sudah ribuan anak yang belajar di dalamnya menemukan bahwa “studies serve for delight.” (ungkapan ini sepertinya diambil dari Of Studies, sebuah essay dari Francis Bacon, pengacara dan ilmuwan dari masa Renaissance, yang artinya: manfaat utama mempelajari pengetahuan adalah mengisolasi diri dari hal-hal yang tidak menyenangkan, rekreasi pikiran)

Tidak diragukan lagi anak-anak diajar dengan baik dan bahagia dalam kegiatan belajar mengajar mereka sebagaimana adanya, dan secara khusus berjalan baik di sekolah meski skema kerja baru belum berjalan. Namun baik guru dan anak-anak menemukan perbedaan luar biasa besar antara minat biasa yang dibangkitkan oleh nilai, pelajaran lisan yang menyenangkan dan perangkat sekolah lainnya, dengan jenis minat besar dan stabil untuk pengetahuan yang hadir karena jiwanya telah tergugah.

Anak-anak telah mengubah pemikiran pejabat pengawas sekolah:

“Dan Inggris!”, kata salah satu dari pejabat pengawas sekolah dengan takjub saat mendengarkan narasi panjang, grafis, dan dramatis tentang apa yang telah mereka dengar sebelumnya. Selama tiga puluh tahun terakhir, Steinthal dan banyak rekan kerjanya telah mengajak ribuan anak, di ruang sekolah, rumah dan tempat lainnya, membacakan baris doa John Colet, seorang dean di Sekolah St Paul: “Berdoalah agar anak-anak berjaya dalam kehidupan yang baik juga berjaya dalam sastra yang baik;” mungkin semua anak yang diajar melalui minat besar dan stabil tadi akan tumbuh dengan prinsip-prinsip dan semangat pencarian untuk menjadi warga negara yang bahagia dan bermanfaat (magnanimous).

Steinthal menambahkan, bahwa ia dan rekan-rekan kerjanya tidak memiliki masalah apapun terhadap sistem pendidikan yang sudah berjalan. Kepentingan publik adalah tujuan mereka; juga metode yang diusulkan dapat diterapkan di sekolah mana pun. Tujuannya dalam menawarkan volume ini kepada publik adalah untuk mendesak semua orang yang peduli dengan pendidikan, tentang beberapa prinsip penting yang umumnya tidak diketahui atau diabaikan; juga beberapa metode yang disebutkan seperti dalam kisah metode penyembuhan oleh nabi Elisha di Yordania, yang terlalu sederhana untuk dipuji oleh Naaman’. Namun prinsip dan metode ini membuat pendidikan sepenuhnya efektif.”

Charlotte Mason ingin menambahkan, bahwa tidak ada pernyataan yang beliau kemukakan dalam volume 6 ini yang didasarkan pada pendapat saja. Setiap poin telah dibuktikan dalam ribuan contoh, dan metode ini dapat diterapkan di banyak sekolah apakah itu besar atau kecil, dasar atau menengah.

CM memohon kesabaran dari pembaca untuk mendekati satu tujuan melalui berbagai jalan, dan ia tidak bisa menggambarkannya dengan lebih baik daripada kata-kata lama dari buku Introductio Ad Prudentiam (1727) – Thomas Fuller (24 June 165417 September 1734):

“Pembaca yang baik. Saya menduga saya mungkin telah menulis beberapa hal dua kali; jika bukan dengan kata-kata yang sama maka maknanya yang serupa, proses yang saya harapkan dapat Anda lewati dengan baik, karena seberapa dalam pun Anda memahaminya, terasa sulit dan membosankan bagi saya untuk menemukan pengulangan tersebut diantara barisan kalimat lengkap… Selain kesulitan tadi, pencarian seperti itu akan menghabiskan lebih banyak waktu saya; karena gelas kehidupan saya saat ini hampir habis (ia menulis buku ini di usia 73 tahun), saya tidak boleh membiarkan satu pasir jatuh ke dalam sampah (satu detik pun terbuang percuma) atau menderita satu menit dalam memilih sedotan terpanjang (menghabiskan waktu menebak-nebak hasil yang tak pasti) . . . Tetapi, karena dalam hal nasihat, sebagaimana petunjuk Tuhan: Tuhan akan menjawab doa hambanya sedikit demi sedikit pada waktu yang tak disangka-sangka, kesimpulannya saya minta maaf dalam kata-kata St. Paul, ‘Bagi saya tidak sulit menuliskan hal yang sama kepada Anda, tetapi ia akan menyelamatkan keimanan Anda.'” [Philippians 3:1]

Leave a Comment

error: Content is protected !!