Narasi adalah aktivitas bawaan dan merupakan bagian dari interaksi alami manusia. Narasi merupakan alat pendidikan yang efektif.
Narasi — bercerita. Terkadang kita bercerita karena ingin menyampaikan informasi, tetapi hal itu bukan yang terpenting. Kita bercerita karena kita ingin menyiarkan atau menghidupkan kembali sebuah kejadian atau meminta/membiarkan orang mengalaminya bersama kita.
Kita membicarakan hal-hal yang penting bagi kita, we tell because we care. Hasrat untuk bercerita atau berbagi pada orang lain bisa mewujud banyak bentuk. Sebuah khotbah yang tulus atau pidato sama dengan membisikkan gosip di pojokan. Ini perilaku alami manusia, baik dengan tujuan yang tinggi atau rendah. Terkadang dilakukan dengan resmi dan penuh tujuan, tapi seringnya santai dan spontan.
The natural telling is the foundation of the art of narration. Dalam pendidikan, hal ini menjadi sesuatu yang formal. Sebuah kegiatan menceritakan hal yang sama, tetapi menjadi aktivitas yang diperlukan. Materi yang dibicarakan dipilihkan sang pendamping dengan seksama bisa berupa sejarah, geografi, sains dan literatur.
Narasi merubah cerita biasa menjadi komposisi oral. Saat kita menjadikan narasi alat pendidikan, kita tidak perlu mengajari mereka sesuatu yang tidak mereka ketahui. Kita hanya meminta mereka mengembangkan dan memperhalus kemampuan alami mereka. Narasi adalah seni, seperti pembuatan puisi atau lukisan. Karena narasi sebenarnya sudah ada dalam pikiran anak-anak, menunggu untuk ditemukan, dan bukan merupakan hasil sebuah disiplin ilmu.
Kita memulainya dari apa yang diminati dan menjadi kemampuan alami anak. Hal yang kita perlu lakukan adalah membiasakan mereka bercerita dengan akurat, berurutan, dan utuh.
Pada waktunya, anak akan diminta untuk menuliskan narasinya. Di awal, mereka akan menulis hal yang sama dengan narasi oralnya. Kemudian, setelah semakin terbiasa, kita bisa mengajarkan mereka untuk mengubahnya menjadi bentuk penulisan yang umum seperti sebuah esai.
Oral narration allowed a child to make full use of his ability to think and compose without being hindered by his inability to write and spell on paper.
Narration is a relationship-building exercise. Saat kita mengangkat narasi dari konteks keseharian dan menggunakannya sebagai metode pendidikan, kita memberi kesempatan pada anak untuk menciptakan, membangun, dan memperkuat hubungannya dengan pengetahuan. Saat anak diminta bercerita hal yang dia tahu, perhatiannya pada hal tersebut akan meningkat dan setiap masukan menambah lapisan baru pada relasi yang sudah terbangun menjadi bagian diri dan pengalaman kita.
Sungguh usaha yang sia-sia meminta anak menyebutkan tanggal, fakta, dan nama tanpa memahami relasinya. Pengetahuan didapatkan sebagian besar dari hasil merelasikan. Satu hal merupakan bagian dari hal-hal lain yang saling berkaitan. Dan ini adalah landasan dasar dari kemampuan berpikir lebih tinggi. Narasi adalah latihan berpikir utuh. Melihat suatu fakta dari banyak sisi. Bersama-sama, kemampuan bernarasi dan pengetahuan membangun banyak area dalam kehidupan kita.
Narasi adalah Seni
Cerita sehari-hari bisa dibilang merupakan seni kreatif narasi. Disebut kreatif karena tiap anak menggunakan suatu materi untuk menghasilkan versi unik mereka yang sifatnya individual.
Seni adalah sesuatu yang kita kerjakan dan praktikkan. Pengetahuan dibutuhkan untuk belajar, tetapi saat diekspresikan dalam sebuah tindakan, hal itu berubah menjadi seni. Narasi menjadi seni saat kita mengangkatnya dari pemakaian sehari-hari menjadi sebuah usaha yang bertujuan. Suatu hal yang kita lakukan secara alami sekarang dilatih dan diperindah dengan skill yang lebih tinggi.
Semua orang bisa menyanyi, tetapi hanya mereka yang serius berlatih yang bisa mencapai nada sulit dan memproduksi suara yang berkualitas. Suatu kegiatan alami yang saat kita latih, kita sampai pada kesadaran bahwa hal ini membawa kita lebih jauh dari yang kita bayangkan.
Narasi yang terlatih tak lagi sekadar menjadi sarana interaksi, tetapi menjadi kunci dari pengetahuan yang luas, meningkatkan kemampuan berpikir dan memproses pikiran, serta membangun relasi yang akurat dan efektif, baik lisan maupun tulisan. Jika narasi dalam percakapan mengakrabkan kita dengan lawan bicara, narasi dalam pendidikan mengakrabkan kita dengan pengetahuan. Membuat hal-hal makin jelas dan mudah diingat.

1 thought on “The Art of Narration (Bagian 1)”