XXI. KEBANGKITAN SPARTA

Kota Sparta didirikan pada zaman Pelasgia dan pernah diperintah oleh Menelaus dan Helen. Seperti yang telah kita lihat, kota ini pernah jatuh ke dalam tangan Heraclidae ketika mereka kembali ke Peloponnesus setelah pengasingan mereka selama seratus tahun. 

Kota Sparta pada mulanya diperintah oleh A-ris-to-de’mus, salah satu dari tiga pemimpin mereka; dan, saat sejarah mulai dicatat, kita menjadi tahu lebih banyak tentang sejarah awal tempat yang terkenal ini.

Kota itu dulunya milik Heraclidae, dan diperintah oleh salah satu leluhur mereka, yang bernama Lac-e-dae’mon, maka mereka menamai kota itu dan wilayah di sekitarnya dengan nama  La-co’ni-a. Setelah memenangkan kembali kota itu dengan berperang, Kaum Heraclidae bertekad akan menaklukkan bangsa lain dengan perang dan taktik politik.

Penduduk asli  Laconia tetap tinggal di sana, di mana mereka menabur dan menuai untuk kepentingan bangsa Sparta. Semua tawanan perang menjadi budak. Mereka wajib melayani bangsa Sparta dalam segala hal, dan mereka disebut kaum He’lots.

Ketika Aristodemus meninggal, kedua putra kembarnya diangkat menjadi raja. Kemudian mereka masing-masing mewariskan tahtanya kepada keturunannya, sehingga sejak saat itu Sparta memiliki dua raja, bukannya satu. 

Salah satu anggota keluarga kerajaan, meskipun dia tidak pernah menyandang gelar raja, adalah orang yang paling terkenal dalam sejarah Sparta. Dia adalah Ly-cur’gus, putra dari salah satu penguasa, seorang saudara laki-laki, dan wali dari seorang raja yang masih bayi yang bernama Char-i-la’us.

Lycurgus adalah seorang yang benar-benar baik dan jujur. Alkisah, ibu dari raja yang masih bayi itu pernah menawarkan untuk membunuh bayinya itu agar Lycurgus yang menjadi raja. Khawatir akan keselamatan sang bayi, Lycurgus meyakinkan si ibu bahwa dia menyetujui rencana ini, dan meminta agar sang bayi diberikan kepadanya untuk dibunuh sesuai keinginannya.

Lycurgus, setelah mendapatkan sang bayi, membawanya ke aula dewan. Di sana sang bayi dinobatkan menjadi raja; dan Lycurgus berjanji bahwa dia akan mengawasinya dengan hati-hati, mendidiknya dengan baik, dan memerintah atas nama raja ini sampai dia menjadi dewasa dan cukup bijaksana untuk memerintah.

Lycurgus menggunakan kekuasaannya untuk membawa banyak kebiasaan baru ke Sparta dan mengubah hukum di Sparta. Karena dia adalah salah satu orang yang paling bijaksana yang pernah hidup, dia tahu betul bahwa seseorang harus berlaku baik jika mereka ingin bahagia. Dia juga tahu bahwa kesehatan jauh lebih berharga daripada kekayaan. Maka Lycurgus mengunjungi banyak negara tetangga, dan mempelajari semua yang dia bisa dengan harapan ia dapat menjadikan bangsa Sparta suatu bangsa yang unggul dan sehat. Perjalanannya membuahkan sebuah hukum yang baru yang diharapkan akan mewujudkan harapannya itu. Ia memenangkan hati bangsa Sparta sedikit demi sedikit untuk mematuhi hukum yang baru itu.

1 thought on “XXI. KEBANGKITAN SPARTA”

Leave a Comment

error: Content is protected !!